Trump Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS–Israel, Teheran Bantah Keras

Washington, AS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menyusul serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Teheran, Sabtu (28/2/2026).

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyatakan Khamenei telah tewas dalam serangan tersebut. “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” tulis Trump, seperti dilaporkan Agence France-Presse (AFP), Minggu (1/3/2026).

Operasi Udara: 30 Bom Hantam Kompleks Beit-e Rahbari

Serangan dilaporkan menyasar Beit-e Rahbari, kompleks kediaman resmi Pemimpin Tertinggi Iran di jantung Teheran. Media Israel, Channel 12, menyebut sedikitnya 30 bom dijatuhkan ke area tersebut.

Laporan awal menyebut Khamenei berada di bawah tanah saat serangan berlangsung, meski belum dipastikan apakah ia berada di bunker utama.

Citra satelit yang dikutip The New York Times dari Airbus Defence and Space memperlihatkan bangunan utama kompleks dalam kondisi hancur berat hingga rata dengan tanah. Kerusakan struktural terlihat signifikan di sejumlah titik fasilitas.

Netanyahu: “Ada Banyak Tanda Ia Tidak Lagi Hidup”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pihaknya memiliki indikasi kuat bahwa Khamenei tewas.

“Dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei dihancurkan di jantung Teheran dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi,” ujar Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa operasi ini bukan sekadar serangan terbatas, melainkan misi dengan target strategis tingkat tinggi.

Korban Jiwa dan Dampak Militer

Bulan Sabit Merah Iran melaporkan sedikitnya 201 orang tewas dan 747 orang terluka akibat serangan udara gabungan tersebut.

Ledakan besar juga terdengar di sekitar kawasan Pasteur, lokasi kantor Presiden Iran, Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, sejumlah markas militer, serta fasilitas pendidikan tinggi. Situasi ini menunjukkan kemungkinan target operasi lebih luas dari sekadar satu kompleks.

Teheran Bantah: “Perang Psikologis”

Pemerintah Iran membantah keras klaim kematian Khamenei.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa sejauh pengetahuannya, Pemimpin Tertinggi, Presiden Iran, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, dan Ketua Parlemen masih hidup.

Kepala humas Kantor Pemimpin Tertinggi, dalam pernyataan yang dikutip Al Jazeera, menyebut laporan tersebut sebagai bagian dari “perang psikologis” musuh Iran.

Sejumlah kantor berita yang berafiliasi dengan pemerintah Iran juga menegaskan Khamenei tetap hidup dan memegang kendali penuh atas respons militer Iran. Dua anggota parlemen Iran secara terbuka turut menolak klaim Washington dan Tel Aviv.

Hingga kini, belum ada bukti visual atau pernyataan langsung dari Khamenei yang dirilis ke publik.

Analisis Strategis: Titik Balik Konflik Kawasan

Jika klaim kematian Khamenei terbukti benar, peristiwa ini akan menjadi titik balik besar dalam konflik Timur Tengah. Eliminasi figur tertinggi dalam struktur politik dan militer Iran berpotensi memicu:

  • Eskalasi militer langsung Iran terhadap kepentingan AS dan Israel

  • Aktivasi proksi regional Iran di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman

  • Ketidakstabilan internal dalam struktur kepemimpinan Teheran

Sebaliknya, jika klaim tersebut tidak terbukti, narasi ini dapat dikategorikan sebagai operasi informasi dalam spektrum perang modern.

Situasi di lapangan masih berkembang, sementara dunia menanti konfirmasi resmi dari Teheran, baik berupa pengumuman formal maupun kemunculan publik Khamenei. (Ep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *