Pemalang – Hani Wijaya Agusty, santri dari Pondok Pesantren Assa’diyah Mislakhul Muta’allimin Karangtengah berhasil meraih juara pertama Putra, sedangkan juara putri diraih Indi Hilayatun dari Pondok Pesantren Al Furqon dalam Musabaqoh Qiraatil Kutub (MQK) pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-10 Tahun 2025 di Kabupaten Pemalang. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa para santri tidak hanya menjaga tradisi pesantren, tetapi juga unggul dalam memahami, membaca, dan menyampaikan isi kitab kuning secara mendalam.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, membuka kegiatan dengan ajakan agar para santri terus menegakkan syiar Islam dan menebarkan kebaikan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan negara kepada para santri dan ulama atas perjuangan serta pengabdian mereka terhadap umat.
“Ini merupakan bagian cara kita mengisi pembangunan dan juga menghormati jasa-jasa para santri dan ulama,” ujar Anom.
Menurutnya, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan ulama dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak, dan berilmu.
Kabag Kesra Pemkab Pemalang, Kholimin, melaporkan bahwa total terdapat 375 santri yang mengikuti lomba, yaitu Hadroh, MQK, dan Muhadharoh putra maupun putri. MQK menjadi perhatian utama karena menguji kemampuan santri dalam membaca, memahami, serta menjelaskan kitab kuning secara komprehensif ilmu yang menjadi jantung peradaban pesantren.
Daftar Pemenang Lomba MQK Hari Santri Nasional 2025
MQK Putra
- Juara 1: Hani Wijaya Agusty – PP Assa’diyah Mislakhul Muta’allimin Karangtengah
- Juara 2: Wahyu Dimas Saputra – PP Nurul Islam (Annur)
- Juara 3: Muhammad Khaerul Anam – PP Al-Ihsan
MQK Putri
- Juara 1: Indi Hilayatun – PP Al Furqon
- Juara 2: Siti Fadhilatul Istiqomah – PP Al Muttaqin
- Juara 3: Ina Ul Fatunisa – PP Nurul Huda Moga
Selain MQK, para santri juga menorehkan prestasi di cabang lomba lainnya seperti Hadroh dan Muhadharoh. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang memperkuat ukhuwah, melestarikan budaya Islam, serta mengasah kemampuan dakwah generasi muda pesantren.
Lomba Hadroh
Juara 1 : Hayatul Qulub asal Kecamatan Belik
Juara 2 : Asy Syafi asal Kecamatan Moga
Juara 3 : El Huda asal Kecamatan Warung pring
Lomba Muhadharoh Putra
Juara 1 : Dimas Revareza Ghozali dari PP Bahrul Ulum
Juara 2 : Mohamad Umar Fairus dari PP Assa’diyah Mislakhul Muta’allimin Karangtengah
Juara 3 : Yusuf Maulana Azza dari PP Al Falah Moga
Lomba Muhadharoh Putri
Juara 1 : Angellina Meilisa Omba dari PP Mislakhul Muta’allimin Karangtengah
Juara 2 : Nurul Maulida dari PP Al Falah Mislahul Muta’alimin
Juara 3 : Anisa Faza Mediana dari PP Al Hikmah Mereng
Prestasi para santri dalam MQK menjadi bukti bahwa tradisi pesantren tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. Semangat belajar, ketekunan memahami kitab klasik, dan niat tulus berdakwah menjadi landasan kuat untuk membangun generasi santri yang cerdas, berakhlak, dan mencintai ilmu. (An)
