Arab Saudi – Fenomena langka kembali terjadi di Arab Saudi setelah salju menyelimuti sejumlah wilayah, khususnya di bagian utara negara tersebut. Turunnya salju dipicu oleh gelombang udara dingin ekstrem yang melanda kawasan tersebut sejak pertengahan pekan ini.
Salju dilaporkan turun pada Rabu (17/12) hingga Kamis (18/12) waktu setempat. Hamparan salju tipis menutupi area pegunungan yang selama ini identik dengan bentang alam gurun, menciptakan pemandangan bak negeri musim dingin.
Media Arab News melaporkan, salju mulai turun di sejumlah wilayah utara Arab Saudi pada Rabu (17/12), bersamaan dengan hujan lebat dan penurunan suhu yang signifikan. Salah satu wilayah terdampak adalah Trojena, destinasi pegunungan di Jebel Al-Lawz, Provinsi Tabuk, yang berada di ketinggian sekitar 2.600 meter di atas permukaan laut.
Salju juga dilaporkan turun di wilayah Hail, Arab Saudi bagian barat laut. Video yang beredar memperlihatkan hujan salju mengguyur area tersebut. Arab News menyebut, hujan ringan hingga sedang turut mengguyur hampir seluruh wilayah Hail pada Rabu malam.
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi memprediksi potensi turunnya salju masih berlanjut, terutama di wilayah utara ibu kota Riyadh. Dalam laporan yang dikutip Saudi Press Agency (SPA), hujan salju tercatat terjadi di Provinsi Al-Majmaah dan Al-Ghat pada Kamis (18/12) pagi.
Fenomena tersebut menyebabkan penumpukan salju di dataran tinggi serta area terbuka. Juru Bicara Pusat Meteorologi Nasional, Hussein Al-Qahtani, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini disebabkan oleh pergerakan massa udara dingin yang disertai awan pembawa hujan.
Menurutnya, suhu udara di beberapa lokasi turun hingga di bawah nol derajat Celsius, sehingga memungkinkan terjadinya hujan salju pada dini hari. Ia juga memperkirakan suhu dingin akan bertahan selama beberapa jam, dengan potensi terbentuknya embun beku di wilayah utara dan tengah Arab Saudi.
Fenomena Tahunan di Beberapa Wilayah
Sejumlah warga setempat menyebut hujan salju bukan fenomena baru di Arab Saudi, terutama di wilayah barat laut yang berbatasan dengan Yordania, seperti Tabuk. Meski dikenal sebagai negara beriklim panas dengan suhu yang dapat mencapai 50 derajat Celsius, suhu malam hari di beberapa wilayah Saudi diketahui bisa turun hingga di bawah nol derajat.
Catatan menunjukkan hujan salju pernah terjadi di Arab Saudi pada 14 Januari 2016 dan kembali muncul pada awal 2021. Hal ini menandakan bahwa salju merupakan fenomena musiman yang sesekali terjadi, meski tidak dapat dijumpai setiap hari.
Momentum langka ini pun dimanfaatkan warga untuk menikmati suasana berbeda, dengan banyak orang mendatangi wilayah Tabuk dan sekitarnya guna menyaksikan langsung salju yang menyelimuti gurun Arab. (An)
