Surakarta – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memasuki babak baru kepemimpinan. Putra Mahkota KGPAA Hamengkunegoro, atau yang akrab disapa Gusti Purboyo, resmi dinobatkan sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono XIV, menggantikan ayahandanya, almarhum Pakubuwono XIII. Momen bersejarah ini berlangsung dalam upacara Hajad Dalem Jumeneng Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV di kompleks Keraton Surakarta, Sabtu (15/11/2025).
Ribuan Warga Saksikan Prosesi Penobatan
Sejak pagi, suasana sekitar Kori Kamandungan dipadati ribuan masyarakat dari berbagai daerah. Warga, pelajar SD hingga SMA, hingga wisatawan lokal berbondong-bondong datang untuk menyaksikan langsung pergantian takhta yang terakhir terjadi hampir dua dekade lalu.
Antusiasme itu terasa di antara kerumunan. Heriyanto (48), warga Kudus, mengaku datang khusus untuk melihat raja baru Surakarta. “Semoga Keraton Surakarta baik-baik saja dan tidak ada konflik-konflik lagi,” ujarnya, menyinggung catatan sejarah konflik internal yang pernah mewarnai Keraton.
Harapan serupa disuarakan Titin, warga Wonogiri, yang datang bersama keluarga sejak pukul 06.00 WIB. “Semoga lebih maju, lebih sejahtera dengan raja yang baru,” tuturnya.
Prosesi Berlangsung Tanpa Bedhaya Ketawang
Penobatan PB XIV berlangsung dengan sejumlah penyesuaian. Putri tertua PB XIII, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menjelaskan bahwa prosesi kali ini tidak menampilkan Tari Bedhaya Ketawang, tarian sakral yang biasanya menjadi bagian inti Jumenengan.
Hal itu disebabkan Keraton masih berada dalam masa berkabung. “Bedhaya Ketawang memerlukan ritual khusus. Karena masih berkabung, tarian itu tidak diadakan,” jelas Timoer.
Tata Rangkaian Jumenengan PB XIV
Prosesi Jumenengan PB XIV berlangsung runtut dalam beberapa tahap:
- Prosesi tertutup dimulai dari Ndalem Prabasuyasa.
- PB XIV berjalan menuju Kori Kamandungan, kemudian naik ke Siti Hinggil / Bangsal Manguntur Takil.
- Di Bangsal Manguntur Takil, beliau mengucapkan sabda dan sumpah sebagai penerus takhta Keraton Surakarta.
- Acara dilanjutkan dengan Kirab Agung, yang menjadi penanda resmi pengumuman raja baru kepada masyarakat luas.
Kirab Agung Menyusuri Jantung Kota Surakarta
Kirab Agung menjadi magnet utama bagi warga. Kereta pusaka Garuda Kencana mengantar PB XIV menyusuri sejumlah titik penting kota, mulai dari:
- Sasana Sumewa
- Alun-alun Lor
- Gladag
- Telkom
- Loji Wetan
- Perempatan Baturana
- Perempatan Gemblegan
- Kusumasari (Nonongan)
- Gladag
- Kembali ke Alun-alun Lor dan Pagelaran
Rute panjang ini diiringi pasukan tradisional Keraton dan disambut meriah oleh warga yang memenuhi ruas jalan.
Pengamanan Ketat Polresta Surakarta
Tingginya animo masyarakat membuat Polresta Surakarta menyiapkan pengamanan berlapis. Penempatan personel difokuskan di titik kerumunan dan sepanjang rute kirab agar seluruh rangkaian berlangsung aman dan tertib.
Penobatan PB XIV menjadi tonggak sejarah baru bagi Keraton Surakarta. Selain menjadi simbol pergantian kepemimpinan, momen ini menjadi harapan masyarakat akan harmonisasi internal dan kemajuan Keraton di masa mendatang. (Yud)
