Pemalang – Siapa orang Pemalang yang tidak kenal Kacang Dongkal? Dari dulu hingga sekarang, camilan khas Randudongkal ini kerap hadir di meja tamu, warung kopi, hingga bingkisan oleh-oleh keluarga. Rasa gurih dan kemlethiknya seakan menjadi bagian dari kenangan setiap orang Pemalang.
Sejak lama, Kacang Dongkal dikenal sebagai camilan wajib oleh-oleh ketika berkunjung ke Randudongkal. Ungkapan khas warga seperti “nitip Kacang Dongkal ya” seakan menjadi bukti betapa kuatnya camilan ini melekat di hati masyarakat.
Sesuai namanya, Kacang Dongkal berasal dari Randudongkal, salah satu kecamatan di Kabupaten Pemalang. Produk ini berbeda dari kacang kulit bermerek yang putih dan seragam ukurannya. Keunikannya terlihat dari ukuran dan warnanya. Ukuran Kacang Dongkal cenderung tidak seragam besarnya dan berwarna agak gelap karena proses sangrai yang masih tradisional, tetapi justru menyimpan sensasi rasa dan aroma khas. Proses pengolahannya sederhana: kacang disangrai tanpa minyak menggunakan kayu bakar, namun hasilnya gurih, renyah, dan kemlethik.
“Rasanya beda dengan kacang kulit biasa. Kemlethik, dan sehat karena tanpa minyak,” ujar Ali, salah satu penikmat setia Kacang Dongkal.
Kacang Dongkal awalnya hanya camilan rumahan. Namun seiring waktu, popularitasnya meluas hingga menjadi ikon kuliner Pemalang. Bukan hanya warga lokal, pembeli dari berbagai daerah kini mulai familiar dengan rasa khas kacang kulit sangrai ini.
Menjelang hari-hari besar seperti Idul Fitri, permintaan bisa melonjak drastis hingga stok sering kosong. Keterbatasan produksi membuat kacang ini terasa semakin eksklusif. Satu kilo kacang sangrai dijual kisaran harga Rp 35 ribu.
Lebih dari sekadar camilan, Kacang Dongkal adalah bagian dari identitas Randudongkal. Rasanya yang gurih, renyah, dan kemlethik sudah menjadi ciri khas yang tidak dimiliki kacang kulit lain. Dari dapur rumahan, kini ia melangkah sebagai produk UMKM unggulan yang mengangkat nama Pemalang di dunia kuliner Nusantara.
Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi produksi termasuk kapasitas dan kualitas agar bisa memenuhi permintaan pasar. (Aa)
