Pattaya, Thailand – Legenda hidup bulu tangkis Indonesia asal Pemalang, Hendra Setiawan, kembali menorehkan sejarah dengan meraih dua medali emas pada ajang Kejuaraan Dunia Senior BWF 2025 di Pattaya, Thailand pada 7-14 September 2025. Prestasi membanggakan ini tidak hanya memperkuat reputasinya di level dunia, tetapi juga menjadi pesan inspiratif bagi generasi muda bulu tangkis Tanah Air.
Tim Musica yang berisi para legenda bulu tangkis Indonesia sukses besar di Kejuaraan Dunia Senior BWF 2025 dengan koleksi 7 medali emas, 1 perak, dan 6 perunggu. Dari tujuh emas tersebut, dua di antaranya dipersembahkan oleh Hendra Setiawan.
Peraih emas Olimpiade Beijing 2008 itu berjaya di sektor ganda putra U40 bersama Tony Gunawan (AS) usai menundukkan Boonsak Ponsana/Jakrapan Thanathiratham (Thailand) dengan skor 21-18, 21-16. Sementara di sektor ganda campuran U35, Hendra bersama Debby Susanto menaklukkan Nawut Thanathiratham/Peeraya Munkitamorn (Thailand) dengan skor telak 21-5, 21-9.
Kirim Pesan Penting untuk Junior
Usai keberhasilan tersebut, Hendra mengirim pesan khusus untuk para atlet muda Indonesia di Pelatnas PBSI. Pemain berusia 41 tahun itu mengingatkan agar tidak mudah menyerah dalam perjuangan meraih prestasi.
“Pesan saya untuk junior-junior di pelatnas, jangan gampang menyerah. Kami para senior saja masih bisa berjuang. Semangat itu harus tetap ada meski usia tidak muda lagi,” ujar Hendra, Selasa (16/9/2025).
Ia berharap keberhasilan para senior dapat menjadi pelecut semangat agar atlet muda Indonesia bangkit dan mampu bersaing di panggung dunia.
Jejak Panjang Karier Hendra
Hendra Setiawan memulai karier profesional sejak 1992 dan dikenal sukses ketika berpasangan dengan Markis Kido sejak 2003. Bersama Kido, ia meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk emas Olimpiade Beijing 2008, China Super Series 2007, Hong Kong Super Series 2007, dan Asian Games 2010.
Perjalanan kariernya berlanjut bersama Mohammad Ahsan sejak 2012, yang membuat keduanya dijuluki “The Daddies”. Reputasi Hendra sebagai salah satu pemain ganda terbaik dunia bertahan hingga kini. (Ep)
