Gunung Slamet Terancam? Galian Tambang Sedalam Itu Ternyata Resmi, Ini Penjelasan ESDM

Banyumas – Sebuah video berdurasi 20 detik yang menampilkan aktivitas penambangan di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Banyumas, mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat galian tambang cukup dalam di kawasan yang disebut berada di selatan lereng Gunung Slamet. Narasi dalam unggahan itu mengajak masyarakat menolak seluruh aktivitas tambang di sekitar lereng gunung.

Selain Gandatapa, tambang batu granit di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, juga menjadi perhatian publik. Dinas ESDM telah menghentikan sementara kegiatan penambangan batu granit tersebut hingga pengelola memperbaiki kaidah penambangan.

Gubernur Jateng: Selama Berizin, Tidak Ada Penertiban

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menanggapi penolakan sebagian warga terhadap tambang Gandatapa. Menurutnya, karena aktivitas tersebut telah berizin dan tidak melanggar aturan, Pemprov tidak memiliki dasar untuk melakukan penertiban.

“Prinsipnya selama tidak melanggar aturan mineral dan batuan, tidak masalah. Kalau melanggar, baru kita tertibkan,” ujar Luthfi di Semarang pada Kamis (11/12/2025).

Terkait tambang granit di Baseh yang juga viral, Luthfi menegaskan bahwa Pemprov telah menutup sementara tambang tersebut.

ESDM Jateng: Tambang Gandatapa Berizin Resmi

Kepala Cabang Dinas ESDM Jawa Tengah Wilayah Slamet Selatan, Mahendra Dwi Atmoko, memastikan lokasi dalam video tersebut merupakan tambang pasir dan batu milik PT Keluarga Sejahtera Bumindo.

“Betul, video itu tambang pasir dan batu di Desa Gandatapa. Izinnya terbit 31 Desember 2023,” kata Mahendra, Selasa (9/12/2025).

Mahendra menegaskan lokasi tambang berada di atas tanah milik warga, bukan kawasan hutan Gunung Slamet. Ia menyebut tambang tersebut berizin lingkungan dan masuk kategori usaha skala kecil.

Dari total izin 5,3 hektar, area yang sudah digarap baru sekitar 2 hektar. Material yang dihasilkan digunakan untuk kebutuhan konstruksi masyarakat Banyumas.

Bupati Banyumas Keluhkan Dua Titik Tambang yang Ditolak Warga

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, sebelumnya menyampaikan keluhan mengenai dua titik tambang yang terus menuai protes warga: tambang granit di Baseh dan tambang pasir–tanah di Gandatapa. Meski sebagian sudah berizin, penolakan warga disebut tak kunjung reda.

Sadewo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pegiat lingkungan serta ESDM Provinsi untuk menutup sementara tambang granit Baseh.

“Kami dan ESDM Provinsi sudah memasang banner ‘ditutup sementara’. Kalau langsung ditutup total, penambangnya bisa kabur,” ujar Sadewo.

Terkait Gandatapa, ia menjelaskan bahwa meskipun tambang tersebut berizin lengkap, warga setempat tetap menolak sehingga sering terjadi aksi protes.

Sadewo mengaku kewalahan karena seluruh izin tambang galian C berada di kewenangan provinsi. (An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *