DPC PAMDI Resmi Berdiri di Pemalang, Wadah Baru Seniman Dangdut

Tokoh utama di balik lahirnya organisasi ini adalah Rhoma Irama, yang sejak awal aktif sebagai Ketua Umum.

Pemalang – Para seniman dangdut di Kabupaten Pemalang kini memiliki wadah baru setelah terbentuknya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI). Struktur kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat eksistensi musisi dangdut, sekaligus memperjuangkan hak-hak mereka.

Ketua DPC PAMDI Pemalang terpilih, H. Aryo Suwaryo, menegaskan komitmennya menjadikan PAMDI sebagai rumah bagi musisi dangdut, baik dari sisi profesional maupun sosial.

“Kami ingin PAMDI hadir sebagai wadah yang solid, yang tidak hanya mengembangkan karya seni dangdut, tetapi juga memperjuangkan hak-hak seniman di Pemalang,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal PAMDI Pusat, Waskito, menilai keberadaan DPC di daerah adalah ujung tombak dalam memperkuat peran musik dangdut di masyarakat.

“Dangdut bukan hanya hiburan, melainkan sarana pemersatu dan pemberdayaan sosial. Dengan pengurus baru ini, kami berharap lahir program kreatif yang memberi manfaat luas,” jelasnya.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, yang hadir dalam acara pelantikan mengapresiasi lahirnya kepengurusan DPC PAMDI Pemalang. Ia mendorong para seniman agar terus berkarya sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, seni dan budaya adalah kekuatan yang mampu mempererat persatuan dan mengangkat citra Pemalang.

Sekilas tentang PAMDI

PAMDI sebenarnya memiliki sejarah panjang. Awalnya berdiri pada tahun 1978 dengan nama Yayasan Artis Musik Melayu Indonesia (YAMMI). Kemudian berganti menjadi Lembaga Artis Musik Melayu Indonesia (LAMMI) pada 1980. Pada 1989, organisasi ini berubah menjadi Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) dan sempat menambahkan kata “Dangdut” pada 1994.

Perubahan terbaru terjadi dalam Munaslub 11 Desember 2023, ketika PAMMI resmi bermetamorfosis menjadi PAMDI (Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia). Penyederhanaan nama dilakukan agar lebih fokus menegaskan dangdut sebagai genre khas Indonesia sekaligus memperkuat langkah pendaftaran dangdut ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.

Tokoh utama di balik lahirnya organisasi ini adalah Rhoma Irama, yang sejak awal aktif sebagai Ketua Umum. Beberapa nama lain yang turut menggagas antara lain Eddie M. Nalapraya, Muchsin Alatas, A. Rafiq. (Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *