Pemalang – Suasana berbeda tampak di Pesanggrahan Sanggar Laras Manaf, Desa Kandang, Kecamatan Comal, Senin (12/1/2026). Hari itu menjadi penanda langkah besar sektor pertanian Kabupaten Pemalang menuju era modern. Pemerintah resmi menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) canggih berupa drone penyemprot dan traktor roda empat kepada para petani.
Bantuan dari Kementerian Pertanian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara DPC Gerindra Pemalang, Fraksi Gerindra DPRD Pemalang, dan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Penyerahan ini sekaligus menandai dimulainya transformasi petani lokal menuju sistem Smart Farming.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Distanparik Pemalang, I’in Winarso, yang mewakili Kepala Dinas Era Srinaeni, mengatakan bantuan ini menjadi jawaban atas tantangan sektor pertanian saat ini, mulai dari perubahan iklim hingga semakin berkurangnya tenaga kerja di sawah.
“Ini bukan sekadar bantuan barang, tapi simbol komitmen kita menuju pertanian modern. Drone pertanian memungkinkan pemupukan dan penyemprotan pestisida dilakukan secara presisi tanpa petani harus terpapar langsung bahan kimia,” jelas I’in.
Selain tiga unit drone pertanian, pemerintah juga menyalurkan sembilan unit traktor roda empat. Keberadaan traktor ini diyakini mampu mempercepat proses pengolahan lahan secara signifikan dibandingkan metode konvensional.
Bantuan tersebut disalurkan secara khusus kepada kelompok tani di desa-desa yang memiliki potensi lahan pertanian berkelanjutan.
Penerima traktor meliputi Desa Kandang, Jrakah, Danasari, Loning, Gondang, Kabunan, Sukorejo, Tegalmlati, dan Klareyan.
Sementara penerima drone pertanian adalah Desa Kandang, Jrakah, dan Pesantren.
Ketua DPC Gerindra Pemalang, Drs. Rama, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil usulan bersama yang dikawal secara intensif hingga ke tingkat pusat. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang sekaligus menjabat Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah.
“Beliau sangat responsif sehingga bantuan ini bisa cepat terealisasi dan langsung dirasakan manfaatnya oleh petani,” ungkap Rama.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pemalang dari Fraksi Gerindra, Wardoyo, mengingatkan agar alsintan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal.
“Jangan sampai alat ini hanya jadi pajangan di gudang. Kami akan melakukan monitoring berkala. Pastikan digunakan bersama oleh anggota kelompok tani untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan pendapatan,” tegasnya.
Dengan luas lahan pertanian pangan berkelanjutan di Pemalang yang mencapai lebih dari 34 ribu hektare, mekanisasi pertanian ini diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas panen.
Kini, pertanian Pemalang tidak lagi hanya soal cangkul dan lumpur, tetapi juga tentang presisi teknologi, efisiensi kerja, serta peningkatan kesejahteraan petani secara merata. (Yud)
