Penembakan Massal di Pantai Bondi Australia, 15 Orang Tewas

PM Australia, Anthony Albanese, menyebut serangan tersebut sebagai tindakan kejahatan serius yang secara sengaja menargetkan komunitas Yahudi.

Sydney – Kepolisian New South Wales (NSW), Australia, menyatakan insiden penembakan massal di Pantai Bondi pada Minggu (14/12/2025) sebagai serangan teror. Sedikitnya 15 orang tewas, termasuk seorang anak perempuan berusia 10 tahun, dalam serangan yang terjadi saat acara perayaan Hanukkah berlangsung.

Polisi mengungkapkan, dua pelaku penembakan merupakan ayah dan anak. Pelaku berusia 50 tahun tewas di lokasi kejadian setelah ditembak polisi, sementara anaknya yang berusia 24 tahun saat ini dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut serangan tersebut sebagai tindakan kejahatan serius yang secara sengaja menargetkan komunitas Yahudi.

Kronologi Singkat Kejadian

Polisi NSW menerima laporan penembakan sekitar pukul 18.47 waktu setempat di kawasan Archer Park, Pantai Bondi. Aparat segera mengeluarkan peringatan darurat dan meminta warga untuk berlindung serta menjauhi lokasi.

Rekaman video yang diverifikasi memperlihatkan dua pelaku melepaskan tembakan dari sebuah jembatan kecil yang menghubungkan area parkir Campbell Parade dengan pantai. Ratusan orang terlihat berlarian meninggalkan area pantai saat suara tembakan terdengar.

Dalam salah satu rekaman, seorang warga bernama Ahmed al Ahmed, pemilik toko buah, terlihat menghadang salah satu pelaku dan merebut senjata api sebelum pelaku mundur. Ahmed mengalami luka tembak di lengan dan tangan, telah menjalani operasi, dan masih dirawat di rumah sakit.

Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, menyebut tindakan Ahmed al Ahmed telah menyelamatkan banyak nyawa.

Korban dan Dampak Serangan

Menurut Kepolisian NSW, korban tewas berusia antara 10 hingga 87 tahun. Salah satu korban yang telah diidentifikasi adalah Rabbi Eli Schlanger (41), kelahiran Inggris. Media Israel juga melaporkan seorang warga negara Israel tewas, sementara korban lain diketahui merupakan warga negara Prancis.

Selain korban sipil, dua anggota kepolisian turut terluka akibat tembakan dan dilaporkan dalam kondisi mendekati kritis.

Menteri Kesehatan NSW, Ryan Park, menyatakan sejumlah korban mengalami luka serius dan kritis. Empat anak dilaporkan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Anak Sydney.

Identitas Pelaku dan Penyelidikan

Komisaris Polisi NSW, Mal Lanyon, mengatakan pelaku berusia 50 tahun merupakan pemegang izin resmi senjata api kategori AB, yang memperbolehkan kepemilikan senjata laras panjang. Polisi menemukan enam senjata api yang dikaitkan dengan pelaku dan diduga digunakan dalam serangan tersebut.

Polisi juga menemukan alat peledak improvisasi (IED) di dalam kendaraan yang terkait dengan pelaku. Area sekitar lokasi kejadian masih ditetapkan sebagai zona steril hingga pemeriksaan selesai. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *