Kamir Arab Pemalang Mulai Go Nasional, Menyusul Popularitas Nanas Madu

Dari jajanan lokal menjadi ikon kuliner nusantara yang menembus pasar Jakarta hingga Surabaya.

PemalangTak hanya nanas madu yang lebih dulu menembus pasar nasional, kini giliran kue kamir arab khas Pemalang yang mulai merambah ke berbagai kota besar di Indonesia. Kudapan tradisional yang lahir dari perpaduan budaya Arab dan Jawa ini kini hadir di Jakarta, Bandung, Yogyakarta hingga Surabaya, melalui jaringan toko oleh-oleh dan platform daring.

Kue kamir yang dulunya hanya bisa ditemukan di penjual kue tradisional Pemalang, kini menjelma menjadi produk kuliner unggulan daerah yang siap bersaing di tingkat nasional. Para pelaku UMKM lokal mengadaptasi sistem distribusi modern, mulai dari pengemasan frozen food, layanan pengiriman ekspres, hingga promosi digital melalui platform seperti GoFood, GrabFood, dan marketplace nasional.

Salah satu pelaku usaha yang berhasil membawa cita rasa Pemalang ke luar daerah adalah Toko Kue Kamir Bu Nuning, beralamat di Jl. Semeru No.14, Mulyoharjo, Pemalang. Toko yang sudah ada sejak tahun 2009 ini menyediakan kamir  berbagai varian rasa seperti original, pandan, cokelat, dan kismis, dengan harga mulai dari Rp2.000 hingga Rp4.000 per buah. Melalui sistem pengiriman nasional, Bu Nuning rutin menerima pesanan dari berbagai kota di Pulau Jawa bahkan luar pulau.

Ekspansi cita rasa Kamir juga terlihat di Jakarta, di mana merek Kue Kamir Ibu Halimah menjadi salah satu pionir melalui platform GoFood. Menawarkan paket isi 4 hingga 12 potong, harga jualnya berkisar Rp15.000–Rp45.000 per paket. Merek lain seperti Kamir Sindoro atau King Kamir juga tampil di wilayah Jabodetabek, menghadirkan varian pandan, kismis, nutela dan cokelat dengan kemasan modern dan harga kompetitif di kisaran Rp3.500 –Rp6.000.

Tidak hanya di ibu kota, Bandung juga ikut mencicipi manisnya Kue Kamir lewat kolaborasi dengan Linda Bakery, yang menjual produk “Kue Kamir Khas Pemalang” melalui platform GoFood setempat. Varian yang ditawarkan meliputi rasa original, cokelat, dan kismis dengan harga sekitar Rp4.000 per biji.

Melalui platform daring seperti GoFood dan GrabFood, penjual Kamir kini juga menjangkau Surabaya. Beralamat di Jl. Raya Taman Pinang, turut berperan dalam memperluas pasar kuliner khas Pemalang di wilayah Jawa Timur.

Sementara itu, di Yogyakarta, kehadiran Kue Kamir Bin Ali dan Kamir Laela menambah semarak kuliner lokal. Berlokasi di sekitar Palagan dan Pandega Marta, Kamir Laela dikenal karena mempertahankan resep asli Pemalang dan menyediakan berbagai varian rasa dengan harga mulai Rp2.500 –Rp3.500 per biji.

Dalam kunjungannya ke Yogyakarta, penulis berkesempatan mencicipi langsung Kamir Arab Laela, salah satu penjual kamir khas Pemalang yang kini populer di kawasan Palagan, Sleman. Aroma harum kamir yang baru matang langsung menyambut di depan etalase kecil milik Laela.

“Saya asli Pemalang. Resep kamir ini kami pelajari langsung dari keluarga di sana,” ujar Laela sambil membungkus beberapa pesanan pelanggan.

Sebagai warga Pemalang, setiap kali berkunjung ke Yogyakarta rasanya belum lengkap tanpa mampir membeli kamir di tempat Laela, baik untuk teman perjalanan maupun oleh-oleh bagi saudara di kota pelajar ini.

Kamir produksi Laela tak hanya diburu warga Pemalang perantauan, tetapi juga masyarakat luas. Kue bulat manis ini semakin sering dipesan untuk berbagai acara, mulai dari rapat kantor, acara keluarga, maupun oleh-oleh. Popularitasnya kian menegaskan posisi kamir Pemalang sebagai oleh-oleh bernilai budaya, yang menyatukan cita rasa tradisi Arab dan lokal.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Kue Kamir telah berevolusi dari jajanan rumahan menjadi komoditas kuliner nasional. Dukungan digital melalui platform delivery dan media sosial turut mempercepat persebaran produk ini ke berbagai kota besar di Indonesia.

Dengan terus tumbuhnya permintaan dari luar daerah, kamir arab khas Pemalang kini tak sekadar jajanan daerah, tetapi telah menjadi simbol inovasi kuliner tradisional yang mampu beradaptasi dengan zaman. Ke depan, tentunya para pelaku UMKM Pemalang berharap dukungan pemerintah dan komunitas ekonomi kreatif dapat memperkuat branding kamir sebagai produk unggulan daerah di pasar nasional. (Ep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *