Pemalang – Warga Pemalang dibuat penasaran dengan kemunculan sebuah baliho tak biasa di simpang tiga Pasar Beji. Bukan promosi produk atau iklan partai seperti biasanya, papan reklame besar itu justru berisi kalimat permintaan maaf dan ajakan baikan lagi, dari seseorang kepada perempuan bernama Wiwi Wijaya.
Baliho berukuran sekitar 3×5 meter itu menampilkan foto seorang perempuan muda yang duduk di kursi dengan latar sederhana. Di bawah foto tersebut tertulis kalimat permintaan maaf yang membuat warga berhenti sejenak untuk membaca setiap kali melintas di lokasi.
“Maafin Aku, Wiwi Wijaya. Baikan lagi ya, sama aku… GMBZ.”
Baliho itu berdiri mencolok di antara Jalan Kolonel Soegiono dan Jalan Perintis Kemerdekaan, tepat di pojok jalan dekat Pasar Beji, salah satu kawasan ramai di Pemalang. Menurut warga sekitar, papan reklame misterius tersebut sudah terpasang sejak Senin (27/10) dan langsung menjadi pusat perhatian.
Tak butuh waktu lama, foto baliho romantis ini pun menyebar cepat di media sosial. Banyak warga yang mengunggah ulang foto tersebut disertai beragam komentar lucu dan spekulasi tentang siapa sosok di balik pesan itu. Ada yang menganggapnya sebagai bentuk ungkapan cinta, ada pula yang menilainya sekadar aksi nekat yang berujung viral.
Dari penelusuran, pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pemalang menyatakan bahwa baliho tersebut tidak memiliki izin resmi. Lokasi pemasangan disebut termasuk dalam zona putih, yaitu area yang tidak diperbolehkan untuk reklame komersial maupun pribadi.
“Lokasi itu termasuk zona putih, jadi DPMPTSP tidak mengeluarkan izin untuk pemasangan baliho komersial di sana,” kata Khaeron Kepala DPMPTSP Pemalang.
Hingga kini, belum diketahui siapa sosok misterius yang memasang baliho cinta tersebut. Sementara itu, Wiwi Wijaya, nama perempuan yang disebut dalam pesan itu, memilih tidak banyak berkomentar ketika dimintai tanggapan oleh media.
Fenomena baliho permintaan maaf ini pun menjadi bahan perbincangan hangat warga Pemalang, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Banyak yang penasaran dengan kisah di balik kalimat singkat yang membuat satu kota ramai membicarakannya. (Am)
