Cerita Aiptu Andi Yoga, Polisi Pemalang Yang Ubah Kotoran Sapi Jadi Energi untuk Warga

“Harapan kami, biogas dari peternakan dapat membantu masyarakat kurang mampu, yang kerap kesulitan memenuhi kebutuhan gas elpiji,” ujar Andi.

Pemalang – Siapa sangka, dari balik kandang sapi di Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang, muncul inovasi sederhana yang membawa manfaat besar bagi warga. Aiptu Andi Yoga Setiawan, anggota Satbinmas Polres Pemalang, berhasil mengubah limbah kotoran sapi menjadi energi bersih berupa biogas yang kini dinikmati masyarakat sekitar secara gratis.

Ide itu muncul dari keprihatinannya melihat warga di sekitar tempat tinggalnya yang kesulitan membeli gas elpiji. Dari situlah muncul tekad untuk mencari solusi sederhana namun berdampak luas. Dengan bantuan peralatan hibah dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ia mulai mengolah kotoran sapi menjadi energi alternatif.

Kini, gas hasil olahan tersebut mengalir melalui jaringan pipa sepanjang 15 hingga 50 meter menuju rumah-rumah warga. Setidaknya lima rumah tangga di sekitar peternakannya sudah menikmati manfaat biogas yang ia salurkan secara cuma-cuma.

“Harapan kami, biogas dari peternakan dapat membantu masyarakat kurang mampu, yang kerap kesulitan memenuhi kebutuhan gas elpiji,” ujar Andi.

Setiap pagi dan sore, setelah membersihkan kandang, Andi memanfaatkan limbah sapi untuk menghasilkan biogas. Dengan begitu, tak ada yang terbuang sia-sia, kandang tetap bersih, lingkungan lebih sehat, dan warga pun terbantu.

Peternakan yang ia rintis sejak awal 2022 ini kini menampung berbagai jenis sapi: sapi lokal, limousin, hingga simmental. Dari sinilah roda kecil ekonomi keluarga berputar. Namun, Andi menegaskan bahwa peternakan hanyalah bagian dari pengabdian, bukan pengganti tugas utamanya sebagai polisi.

Ia tetap disiplin menjalankan tanggung jawab di kepolisian. Waktu luang di luar jam dinas ia gunakan untuk mengurus ternak, memberi pakan, dan mengolah limbah menjadi biogas. Sementara saat berdinas, pengelolaan peternakan diserahkan pada tiga warga sekitar yang ia pekerjakan sebagai perawat ternak.

Langkah kecil ini mendapat apresiasi dari Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, seperti dikutip dari situs Humaspolri, yang menyebut Andi sebagai contoh nyata anggota Polri yang mampu menyeimbangkan tugas dan kehidupan sosial.

“Kami selalu memberikan support dan dukungan kepada setiap anggota yang mampu memaksimalkan waktu di luar jam dinas dengan kegiatan-kegiatan yang positif, sehingga dapat bermanfaat untuk keluarga, dan juga masyarakat banyak,” kata Kapolres Pemalang.

Kini, dari balik seragam dan bau kandang yang akrab di tangannya, Andi Yoga membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat bisa datang dalam berbagai bentuk. Bahkan dari limbah ternak yang dianggap kotor, ia menciptakan berkah yang menerangi banyak rumah dan hati warga Pemalang. (An)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *