Pemalang – Jika Anda mencari pengalaman wisata yang berbeda, datanglah ke Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Tak hanya punya pemandangan alam yang indah juga memiliki ikon buah kebanggaan bernama Mangga Istana. Buah khas Desa Penggarit ini bukan manga biasa, melainkan varietas unggulan yang sudah mengantongi perlindungan indikasi geografis dari Kemenkumham RI.
Nama Mangga Istana lahir setelah varietas ini menjuarai lomba mangga nasional di Istana Merdeka. Sejak itu, ia resmi diangkat sebagai buah kebanggaan Pemalang. Popularitasnya semakin melekat seiring promosi pemerintah daerah dan desa wisata setempat.
Keistimewaan Mangga Istana bukan hanya pada rasanya yang manis dan aromanya yang harum. Cara menikmatinya juga unik. Berbeda dengan mangga lain, buah ini bisa disantap tanpa perlu dikupas kulitnya. Caranya, mangga cukup dibelah horizontal, diputar, lalu daging buahnya bisa disendok layaknya alpukat. Sensasi inilah yang membuat wisatawan penasaran untuk mencoba langsung di kebun penghasilnya.
Untuk memperkenalkan buah unggulan ini, Desa Penggarit secara rutin menggelar Festival Mangga Istana. Tahun ini, acara akan berlangsung pada 1–2 November 2025 di Lapangan Desa Penggarit, dengan pra acara sehari sebelumnya.
Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, menjelaskan bahwa festival akan menghadirkan pameran aneka produk manga, pertunjukan seni, budaya, dan stand UMKM. Festival mangga diadakan sebagai konsekuensi desa wisata. Selain itu, Penggarit juga dikenal sebagai desa pemajuan kebudayaan yang tetap menjaga unsur pariwisata dan kearifan lokal. “Tentang kearifan lokal, memproduksi mangga dengan tatap memperhatikan kelestarian alam,” ujar Imam.
Festival ini bukan hanya ajang promosi, tetapi juga solusi untuk para petani. Saat panen raya, harga mangga sering jatuh. Dengan adanya festival, petani bisa menjual hasil panen dengan harga lebih baik, sekaligus membuka pasar baru baik secara langsung maupun online.
Selain petani, sektor informal lain juga ikut bergeliat. Homestay, penginapan, hingga pedagang kecil di sekitar lokasi festival merasakan dampaknya.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, bersama jajaran pemerintah daerah terus mendorong branding Mangga Istana agar lebih dikenal, tak hanya di Jawa Tengah tetapi juga di pasar nasional bahkan internasional.
Sementara itu, Imam berharap semua elemen masyarakat Pemalang bisa ikut mendukung festival ini. “Tentang kearifan lokal, tentang bagaimana kami melestarikan alam, memproduksi mangga dengan tetap memperhatikan kelestarian alam,” ungkapnya.
Kini, Mangga Istana tidak lagi sekadar buah musiman. Ia telah menjadi bagian dari narasi wisata Pemalang: wisatawan bisa datang ke kebun, menikmati festival, hingga mencicipi berbagai produk olahan UMKM berbasis mangga.
Bagi pecinta kuliner dan wisata agro, Mangga Istana Pemalang adalah destinasi rasa yang wajib dicoba. (An)
