Rumor Rp17 Miliar Citywalk Pemalang, Bupati Ungkap Fakta Sebenarnya

Alokasi untuk pembangunan Citywalk hanya sebesar Rp2 miliar.

Pemalang – Isu pembangunan Citywalk Pemalang dengan anggaran Rp17 miliar menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat. Namun, Pemerintah Kabupaten Pemalang menegaskan dana sebesar itu bukan hanya untuk proyek Citywalk, melainkan gabungan dari beberapa pekerjaan penataan kota.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menjelaskan alokasi khusus untuk pembangunan Citywalk hanya sebesar Rp2 miliar. Dana tersebut dipakai untuk pelebaran trotoar, penataan kabel listrik dan internet, serta penerapan sistem satu arah (SSA) di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari Pertigaan Pegadaian hingga Pertigaan Tiptop.

“Totalnya bukan Rp17 miliar untuk Citywalk. Anggaran itu terbagi ke beberapa paket pengerjaan dan salah satunya di SSA itu. Jadi ini bukan mega proyek besar, tetapi bagian dari penataan kota,” terang Anom.

Sementara itu, dana lain dalam paket anggaran digunakan untuk pembuatan drainase, pemasangan saluran kabel PLN, serta pengaspalan jalan dari Pasar Beji, Kecamatan Taman hingga Patung Pahlawan Alun-Alun Pemalang. Dengan pembagian ini, proyek Citywalk bukanlah mega proyek tunggal, melainkan bagian dari rangkaian penataan wajah kota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Pemalang, Joko Tri Asmoro, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang mengebut perbaikan Jalan Jenderal Sudirman. Dari total anggaran, sekitar Rp8 miliar dialokasikan khusus untuk pengaspalan jalan.

Kondisi jalan utama tersebut memang menjadi sorotan warga karena kerusakannya menambah kesan kumuh di pusat kota. Pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025 atau paling lambat Januari 2026 sehingga dapat segera digunakan masyarakat.

“Kita kebut segera selesai, maksimal di Desember atau Januari 2026 sudah bisa diresmikan. Masyarakat mohon berhati-hati selama proses pembangunan,” ucapnya.

Melalui proyek Citywalk dan perbaikan jalan, Pemkab Pemalang menargetkan wajah kota bisa lebih tertib, bersih, dan nyaman. Selain itu, keberadaan trotoar dan penataan lalu lintas diharapkan mendukung aktivitas ekonomi sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih layak bagi warga maupun pendatang. (Am)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *