Menilik Sentra Kerajinan Anyaman Bambu Desa Cibuyur

Sejak tahun 1920 kerajinan anyaman bambu sudah banyak diproduksi dan dinilai sebagai produk yang memiliki kualitas tinggi. PEMALANGKAB.GO.ID

Kerajinan merupakan suatu kegiatan menghasilkan barang melalui keterampilan tangan dalam mengolah barang mentah menjadi barang jadi. Kerajinan bisa dibuat dari berbagai bahan, yang kemudian akan menghasilkan hiasan atau benda seni maupun barang pakai yang memiliki nilai estetika dan nilai jual. Soeroto dalam Ujung dan Chairani (2018) mendefinisikan kerajinan sebagai seni yang dihasilkan dari usaha produktif di sektor non pertanian, baik sebagai mata pencaharian utama maupun sampingan.

Dari pendapat tersebut bisa disimpulkan bahwa kerajinan merupakan suatu kegiatan yang dihasilkan dari adanya suatu proses kerja seseorang dan sifat rajin yang mampu melahirkan sikap terampil dari tangannya, sehingga mampu menghasilkan hiasan/benda seni maupun barang pakai.

Salah satu jenis kerajinan yang banyak dihasilkan masyarakat Indonesia adalah kerajinan anyaman. Kerajinan ini dibuat dengan teknik menganyam, menganyam sendiri merupakan kegiatan menjalin bahan yang berbentuk pita sehingga satu sama lainnya saling kuat menguatkan dan karena tekniknya, timbullah motif yang berulang.

Kegiatan menganyam banyak ditemui di Indonesia sebagai sumber kehidupan dengan menghasilkan karya seni yang memiliki nilai jual. Kebanyakan orang memilih menjadi pengrajin anyaman karena kegiatan ini bisa dilakukan dimana saja, tidak membutuhkan banyak alat dan modal, yang terpenting memiliki keterampilan dalam mengolah anyaman. Pekerjaan ini juga bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan rumah tangga, dan bisa digunakan untuk mengisi waktu luang.

Ada dua bahan utama yang bisa digunakan sebagai bahan utama anyaman, yang pertama bahan alam, merupakan bahan-bahan yang bisa didapatkan dari alam sekitar, seperti bambu, rotan, eceng gondok, daun kelapa, daun lontar, dan daun pandan. Dan yang kedua ada bahan buatan yang berasal dari kertas dan juga serat plastik. Sedangkan peralatan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan anyam bambu bisa menggunakan pisau raut, alat pembelah bintang, pengerok bambu, pelat penyerut, dan tanggem.

Dari banyaknya bahan yang bisa digunakan sebagai bahan baku anyaman, bambu adalah salah satu bahan yang sering dimanfaatkan masyarakat untuk membuat anyaman. Bambu banyak ditemui di Indonesia, karena tanaman ini termasuk yang mudah tumbuh di daerah yang tropis. Bambu memiliki banyak kegunaan karena memiliki tekstur kayu yang lentur dan mudah dibentuk. Hal ini menjadikan bambu memiliki nilai tambah dan nilai guna tinggi ketika dapat diubah menjadi suatu produk. Produk yang dihasilkan kemudian diberi nama kerajinan anyaman bambu.

Sejak tahun 1920 kerajinan anyaman bambu sudah banyak diproduksi dan dinilai sebagai produk yang memiliki kualitas tinggi, karena bahannya yang awet tidak mudah rusak. Kualitas bambu ini dipengaruhi oleh jenis bambu yang digunakan dalam membuat sebuah produk.

Ada bambu jawa yang memiliki serat kayu yang tebal, bambu apus yang memiliki diameter yang kecil, bambu petung yang memiliki diameter terbesar diantara jenis bambu lain tetapi memiliki ketebalan kayu yang tipis, dan ada juga bambu ori yang kayunya agak ulet. Jenis- jenis bambu tersebut digunakan untuk menentukan produk apa yang nantinya akan dibuat oleh pengrajin.

Kerajinan Anyaman Bambu Desa Cibuyur

Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring merupakan salah satu desa di Kabupaten Pemalang yang dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan anyaman bambu yang eksistensinya masih diakui sampai sekarang. Maemunah, adalah salah satu pengrajin anyaman bambu yang tinggal di Dusun CA RT 42 RW 06, Desa Cibuyur.

Keterampilannya membuat anyaman bambu sudah diasah sejak masih kecil. Ia belajar dari orang tuanya yang juga seorang pengrajin anyaman bambu, hingga saat ini usahanya diteruskan secara turun-temurun. Maemunah beranggapan membuat anyaman bambu tidaklah sulit, karena tidak membutuhkan modal yang besar.

Bambu yang digunakan sebagai bahan utama anyamannya ia peroleh dari kebun miliknya sendiri, atau jika sedang tidak ada, ia bisa dengan mudah membelinya dari pedagang bambu yang ada di lingkungannya. Dalam proses produksinya, ia membuat anyaman bambu bersama keluarga dan kelompoknya.

Produk yang ia buat adalah rantam, boboko, tempat buah, kap lampu, tempat sambal, tempat sirup nanas, kipas, reyeng dan barang lainnya jika ada pesanan khusus. Harga kerajinan yang ia tawarkan bervariatif mulai Rp25.000 sampai dengan Rp250.000. Harga tersebut ia patok berdasarkan proses pembuatannya.

Semakin kecil jenis barang yang dibuat maka tingkat kesulitannya juga semakin tinggi, sehingga akan mempengaruhi harganya. Jenis kerajinan anyaman yang paling kerap dibuatnya adalah anyaman tampah. Karena barang tersebut bisa cepat terjual.

Menurut Memunah, selama ini pemerintah sudah cukup membantu dalam hal pelestarian anyaman bambu. Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) sudah sering mengadakan pelatihan dengan mengundang Maemunah dan pengrajin sekitar. Ia mengharapkan kedepannya pemerintah bisa ikut membantu memasarkan produk-produknya agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Saat ini usaha yang dilakukannya untuk mempertahankan kerajinannya adalah dengan mengadakan pelatihan bagi warga sekitar, terutama pada generasi muda agar bisa meneruskan keterampilan membuat anyaman bambu ini.

Add Comment