Potensi Wisata Baru Desa Penggarit

Groundbreaking Ceremony pengembangan ternak kambing dan wisata edukasi peternakan Desa Penggarit, Minggu (24/4/2022). PEMALANGKAB

Desa Penggarit merupakan salah satu desa di Kabupaten Pemalang yang diusung sebagai desa wisata karena wilayahnya memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Keberadaan kelompok masyarakat yang ada di desa ini telah berhasil membuat potensi Desa Penggarit, baik dari segi sumber daya manusia dan potensi alamnya bisa terkelola dengan sangat baik.

Pemberdayaan masyarakat di Desa Penggarit juga dijalankan oleh kelompok masyarakat, yang diantaranya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karang Taruna dan PKK. Kelompok-kelompok ini hadir dengan tujuan menyejahterakan masyarakat melalui aksi pemberdayaan. Beberapa kegiatan yang rutin dijalankan oleh kelompok tersebut diantaranya: pengelolaan kegiatan pariwisata, pemberdayaan pemuda dan pengoptimalan UMKM Desa Penggarit.

Desa Penggarit sendiri memiliki lima dusun, dan setiap dusunnya memiliki potensinya masing-masing, dari mulai obyek wisata, wisata kuliner dan juga keseniannya. Seperti pada Dusun Karangsuci yang mengembangkan agrowisata karena memiliki perkebunan buah yang cukup luas, dimana pengunjung bisa langsung memetik buah-buahan dari pohonnya.

Begitu pula pada dusun tiga yang juga mengembangkan agrowisata budidaya bunga anggrek, disini wisatawan bisa belajar cara bercocok tanam bunga anggrek. Mereka juga menjual bibit bunga anggrek, pot dari tanah liat, dan juga media tanam untuk bunga anggrek.

Desa Penggarit juga dikenal sebagai desa penghasil mangga kualitas super yang ada di Kabupaten Pemalang. Mangga ini dikenal dengan nama Mangga Istana, yang merupakan hasil budidaya rumahan milik masing-masing warga.

Kepopuleran Mangga Istana membuat pemerintah Kabupaten Pemalang mengadakan Festival Mangga Istana setiap tahunnya. Festival ini juga sebagai ajang mengenalkan produk andalan Desa Penggarit ke masyarakat luar Kabupaten Pemalang.

Tak hanya lingkungannya, Desa Penggarit juga mempunyai potensi yang perannya dapat dibilang cukup besar dalam merealisasikan program pemberdayaan. Potensi tersebut yaitu jumlah penduduk usia produktif yang menempati posisi pertama, sebagai penduduk terbanyak di Desa Penggarit dengan persentase sebesar 38,9% dari total jumlah penduduk sebanyak 5918 jiwa.

Usia produktif diartikan sebagai usia dimana seseorang dianggap sebagai bagian dari penduduk yang ikut andil dalam kegiatan ketenagakerjaan yang sedang berjalan, sebab mereka dianggap sudah mampu dalam proses ketenagakerjaan dan mempunyai beban untuk menanggung hidup penduduk yang masuk dalam kategori penduduk belum produktif dan non produktif.

Dengan memiliki penduduk usia produktif yang memadai maka semakin menunjang keberadaan kelompok masyarakat dalam menggerakkan masyarakat sebagai upaya merealisasikan jargon Desa Penggarit yaitu terwujudnya desa wisata yang sesungguhnya.

Kembangkan Wisata Edukasi Peternakan

Awal mula program pemberdayaan masyarakat diterapkan di Desa Penggarit yaitu karena letak komplek makam pahlawan Pemalang yang berada di Desa Penggarit, sehingga setiap event besar seperti peringatan hari kemerdekaan selalu dikunjungi para peziarah dari kalangan pejabat pemerintah maupun dari keluarga para pahlawan.

Selain letak makam pahlawan yang berada di Desa Penggarit terdapat juga letak makam Pangeran Benowo yang merupakan putra Jaka Tingkir yang selalu ramai dikunjungi para peziarah. Dari adanya keberadaan dua makam pahlawan tersebut dan seringnya diadakan event-event besar, membuat kepala Desa Penggarit mempunyai ide untuk menjadikan Desa Penggarit sebagai desa wisata.

Sejak saat itu, Desa Penggarit selalu menciptakan inovasi-inovasi wisata baru yang bisa menarik lebih banyak wisatawan. Saat ini Desa Penggarit tengah membuat terobosan wisata baru, yaitu pengembangan ternak kambing dan wisata edukasi peternakan.

Wisata edukasi peternakan ini berada di Dusun Karangsuci, profesi masyarakat Dusun Karangsuci yang mayoritasnya adalah seorang peternak menciptakan lahan potensial baru yang kemudian direalisasikan sebagai tempat wisata edukasi peternakan yang nantinya bisa dikunjungi banyak orang.

Melihat hal ini Bupati Pemalang, Mukti Agung memberikan apresiasi yang luar biasa kepada masyarakat setempat. Karena ini merupakan terobosan baru yang sangat luar biasa. Ungkapan ini disampaikannya pada saat menghadiri Groundbreaking Ceremony pengembangan ternak kambing dan wisata edukasi peternakan di Desa Penggarit, Minggu (24/4/2022).

Bupati berpesan agar masyarakat perlu memberi perhatian kepada generasi muda terkait sistem pengelolaan dan pengembangan dalam beternak, sehingga nantinya bisa dilanjutkan dan dikembangkan agar lebih maju lagi.

Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo juga menyampaikan saat ini masyarakat Dusun Karangsuci sedang berfokus pada mengembangbiakkan jenis kambing Jawarandu, yang kemudian akan dipadukan dengan pembukaan area dusun yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan outbound dan wisata edukasi. Menurut Imam area tersebut memakai lahan perhutani dan sudah kerja sama dengan pemerintah setempat.

Ia juga berharap kedepannya, semua peternak yang ada di Dusun Karangsuci sudah mulai menggunakan metode peternakan yang modern sekaligus mengemasnya menjadi destinasi wisata peternakan yang dapat memberikan edukasi bagi pengunjung.

Add Comment