Batik Ditetapkan Sebagai Seragam Wajib ASN Kabupaten Pemalang

Pengrajin Batik Pemalangan. PEMALANGKAB

Bulan Januari 2022 lalu, pemerintah Kabupaten Pemalang mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 060/132/Organisasi yang isinya mengatur penggunaan pakaian dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kabupaten Pemalang. Sejak ditetapkannya aturan tersebut, ASN kemudian diwajibkan untuk memakai seragam batik khas Pemalang setiap hari Rabu dan Kamis.

Aturan yang dikeluarkan oleh Bupati Pemalang ini bertujuan untuk mewujudkan misi ke-5 Kabupaten Pemalang, yaitu kemandirian ekonomi yang berbasis pada potensi lokal. Misi ini ditujukan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis pada potensi lokal Kabupaten Pemalang meliputi, potensi pariwisata, potensi pertanian, potensi perkebunan, potensi kelautan/perikanan tangkap dan budidaya, potensi home industry dan potensi ekonomi kreatif.

Kebijakan tersebut kemudian disambut hangat oleh para pengrajin batik khas Pemalang. Salah satunya Slamet Puji, yang merupakan pengrajin batik yang tinggal di Desa Jebed Utara, Kecamatan Taman. Ia yakin dengan adanya kebijakan tersebut akan membantu meningkatkan produksi batik khas Pemalangan dan akan menaikkan omzet para pengrajin.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo atas kepeduliannya terhadap produk lokal Pemalang. Menurutnya juga, aturan ini masih perlu disempurnakan, seperti pada penggunaan motif batik yang dipakai, agar memberikan kemudahan dan semangat produsen dalam memproduksi Batik Pemalangan.

“Kalau bisa ya ditentukan melalui edaran tersebut hari Kamis motif A, hari Rabu motif ini, jadi keseragaman dilihat itu enak lho, dipandang rukun” harapnya. Ia menambahkan, penyatuan segenap potensi Pemalang dalam selembar kain batik menunjukkan kesatuan tekad masyarakat Pemalang dalam membangun daerahnya.

Ciri Khas Batik Pemalang

Batik Pemalang atau yang lebih dikenal dengan nama batik Pemalangan sudah eksis sejak zaman dahulu dengan penggunaan motif klasikan, hal ini dipengaruhi oleh budaya jawa yang berhubungan erat dengan kebudayaan daerah. Batik Pemalang sendiri mempunyai filosofi yang cukup dalam dengan nilai seni serta ciri khasnya sendiri.

Ciri khas batik Pemalang bisa dilihat dari motif dan warna yang digunakan, kebanyakan batik di daerah pesisir menggunakan berbagai warna dan motif karena dipengaruhi oleh berbagai budaya dan kesenian dari Cina, India, Arab Maupun Barat.

Batik Pemalangan motifnya memiliki unsur adat Jawa dan berkaitan dengan kebudayaan daerah. Selain itu, batik ini tidak menggunakan banyak varian warna dalam satu kali produksinya, melainkan hanya menggunakan pewarna alam saja.

Batik Pemalang memiliki kualitas yang bagus dalam pewarnaan, karena warna yang digunakan masih berasal dari alam. Kemunculan produk batik dengan menggunakan pewarna alam mampu memberi warna tersendiri bagi industri batik di Pemalang. Warna yang digunakan dibuat dengan pewarna ramah lingkungan, menggunakan bahan-bahan seperti kayu dan akar.

Dalam proses produksinya, batik Pemalangan memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, terutama pada proses pewarnaannya, dibutuhkan beberapa kali proses celup jemur agar mendapatkan warna yang sempurna

Beberapa batik Pemalangan yang menerapkan motif jawa klasik dan pewarna alami diantaranya, motif Gemek Setekem, motif Parang Curigo, motif Kawung, motif Simbar Kencana, motif Latar Lancah, motif Sogan.

Add Comment