UMKM Pemalang Siap Bangkit, Dua Tahun Pandemi

Penyerahan Bantuan Kepada UMKM Pemalang. PEMALANGKAB

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama dua tahun memberikan dampak besar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Penurunan omzet secara signifikan dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM selama dua tahun ini.

Industri pariwisata merupakan salah satu industri yang paling terdampak akibat penyebaran virus Covid-19. Menurunnya minat masyarakat terhadap industri pariwisata memberikan efek domino terhadap sektor UMKM.

Berdasarkan data yang diolah P2E LIPI, dampak penurunan pariwisata terhadap UMKM yang bergerak dalam usaha makanan dan minuman mikro mencapai 27%. Sedangkan dampak terhadap usaha kecil makanan dan minuman sebesar 1,77%.

Tidak sedikit dari banyaknya UMKM di Pemalang terpaksa gulung tikar karena berbagai faktor, salah satunya faktor karena kesulitan dalam memperoleh bahan baku, akses permodalan, dan juga hilangnya pangsa pasar. Faktor tersebut juga berdampak pada para pekerja yang terpaksa dirumahkan atau diberhentikan oleh perusahaan.

Situasi itu, membuat pendapatan masyarakat mengalami penurunan secara drastis, dan berimbas terhadap naiknya tingkat kemiskinan di Kabupaten Pemalang. BPS mencatat, bahwa tingkat kemiskinan di Kabupaten Pemalang pada tahun 2021 mengalami kenaikan, dari 16,02 % pada tahun 2020 meningkat menjadi 16,56 % di tahun 2021.

Dalam situasi krisis ini, sektor UMKM perlu perhatian khusus dari pemerintah karena UMKM merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam konteks pembangunan daerah. UMKM memiliki peranan yang krusial sebagai urat nadi perekonomian daerah. Hal itu karena, UMKM berperan sebagai produsen, maupun penyuplai barang dan jasa yang akan digunakan oleh masyarakat.

Selain itu, pendapatan yang dihasilkan UMKM juga berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Pemulihan ekonomi melalui pengembangan sektor UMKM dinilai akan dapat memberikan efek yang signifikan untuk kemajuan Kabupaten Pemalang.

Apalagi di tengah sentimen positif bahwa kondisi perekonomian tahun ini akan membaik membuat sektor UMKM harus bisa memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi saat ini untuk dapat pulih. Melihat hal tersebut, Kementerian Perdagangan kemudian mencanangkan program bantuan pemulihan ekonomi masyarakat di beberapa daerah terdampak Covid-19, salah satunya bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Pemalang.

Rabu (16/3/2022), Kementerian Perdagangan melalui Keluarga Paguyuban Jawa Tengah menyerahkan bantuan berupa Gerobak Souvenir, Rombong Motor dan Freezer kepada tiga orang perwakilan UMKM Kabupaten Pemalang.

Bupati Pemalang, Mukti Agung berterima kasih kepada menteri perdagangan atas program pemberian bantuan ini, karena nantinya akan menjadi motor penggerak roda perekonomian UMKM sehingga tingkat kemiskinan di Kabupaten Pemalang dapat menurun.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Keluarga Besar Paguyuban Jawa Tengah. Bupati berharap silaturahmi yang dilakukan saat itu bisa menjadi langkah yang baik untuk memulai hubungan kemitraan dalam rangka mendukung berbagai program pembangunan daerah, maupun program pemulihan ekonomi masyarakat sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Produk UMKM Sudah Bisa Ditemukan di Indomaret

Sejak Rabu 16 Maret 2022 lalu, produk UMKM Kabupaten Pemalang sudah bisa ditemukan di Indomaret sekitar. Ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Diskoperindag dengan PT. Indomarco Prismatama. Tersedianya produk UMKM di Indomaret merupakan salah satu langkah yang dipilih untuk mempermudah pemasaran dan mengenalkan produk UMKM pada masyarakat.

Mukti Agung, Bupati Pemalang berharap kemitraan itu dapat meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM di wilayah Kabupaten Pemalang sekaligus dapat melakukan pembinaan terhadap branding, packaging, dan marketing, sehingga produk-produk UMKM di Kabupaten Pemalang dapat bersaing di dunia industri. Ia juga mengajak masyarakat untuk membeli produk-produk UMKM yang ada di Indomaret ini.

Saat ini produk-produk UMKM yang tersedia di Indomaret sudah tersebar di 50 toko Indomaret yang ada di Kabupaten Pemalang, dan apabila hasilnya bagus maka akan ditingkatkan ke seluruh toko yang ada di Pemalang bahkan bisa dijual di toko-toko Indomaret yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota.

Sebelum dipasarkan, produk-produk ini telah melalui penyaringan yang sangat ketat, dari 80 produk yang masuk, hanya ada 15 produk yang dinilai layak dan siap dipasarkan di Indomaret. Penyaringan tersebut berdasarkan pada kualitas produk, penampilan dan juga daya tahan produknya.

Kepala Diskoperindag Pemalang, Hepi Priyanto mengatakan tugasnya selanjutnya adalah membina UMKM yang produknya belum lolos untuk meningkatkan kualitas dan kapasitasnya agar lebih memuaskan.

Sumber : https://pemalangkab.go.id/2022/03/pjt-serahkan-bantuan-dari-kementerian-perdagangan-untuk-umkm-pemalang

Add Comment