Dua Orang Positif Covid-19 di Pemalang, Komunitas CE Bingung Jalankan Program

Siswa SDN 01 Kebondalem terlihat antusias mengikuti kegiatan pembuatan pupuk EM4 bersama Komunitas Cendekiawan Education. Sumber: Cendekiawan Education.

Kebondalem – Sebelum merebaknya kasus pandemi ini, Komunitas Cendekiawan Education sudah merencanakan program untuk bulan Mei mendatang. Bahkan rencananya pertengahan Maret kemarin akan menyebar proposal untuk menunjang kegiatan tersebut. Segala hal yang direncanakan itu terancam tidak bisa dijalankan.

“Ya memang bingung. Rencananya kan bulan Ramadan di panti tapi dengan situasi seperti ini seperti tidak suitable saja untuk sebar proposal acara bulan Mei itu,” ujar Riyan Eko Prasetyo, Ketua Komunitas Cendekiawan Education saat dihubungi via whatsaap.

Status komunitas yang belum genap satu tahun juga turut menambah kebingungan anggota komunitas ini. Banyak orang yang belum mengenal komunitas ini sehingga agak sulit apabila ingin berjalan lebih jauh. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh bagian humas komunitas ini.

“Kalau kita open donasi untuk penanggulangan Covid-19 ini kepikiran juga, ada yang mau donasi ke kita tidak. Banyak kan lembaga-lembaga yang lebih kredibel dari CE ini, takut mereka kurang percaya sama kita saja”, tutur Zein, bagian Public Relation Komunitas Cendekiawan Education.

Diketahui pada Kamis (2/04/2020), Bupati Pemalang melalui press release di web resmi milik Pemkab Pemalang menuturkan bahwa ada dua warganya yang telah terkonfirmasi positif Covid-19. Positifnya dua warga  Kabupaten Pemalang ini berdasarkan hasil laboratorium Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang.

Program Sebelumnya

Kegiatan bulan Mei esok berarti akan menjadi kegiatan mereka yang ketiga. Setelah sebelumnya, komunitas ini mengadakan dua program yakni di Panti Asuhan Al Fitroh Pemalang pada pertengahan tahun 2019 dan di SDN 01 Kebondalem Pemalang pada akhir Februari kemarin.

Di Panti Asuhan Al Fitroh anggota Komunitas Cendekiawan Education membagi ilmu mereka dan turut menghibur anak-anak panti serta memberi motivasi. Tujuan utama komunitas ini menyelenggarakan program social education terkait pendidikan, riset dan agama.

Anggota komunitas ini seluruhnya merupakan mahasiswa sehingga untuk mengadakan kegiatan terpaksa membuka dari luar. Kegiatan di Panti Asuahan Al Fitroh misalnya, komunitas ini berhasil mengumpulkan donasi buku dan baju bekas yang masih layak pakai hingga lebih dari lima kardus. Sumbangan ini tentu mendapat respon positif dari pengasuh panti.

Program kedua yakni pembuatan pupuk bakteri EM4 di SDN 01 Kebondalem, kegiatan ini juga tak kalah mendapat penilaian positif dari pihak sekolah. “Ini salah satu program bagus, kebetulan sekolah kami sudah menerapkan sekolah green house jadi pas untuk mendukung,” tutur Eko menirukan pujian kepala sekolah.

Add Comment