TP PKK Kabupaten Pemalang Launching Inovasi Unggulan IVA Test

Peluncuran Aplikasi Sistem Informasi IVA Test (SIVA). Sumber: Diskominfo Pemalang.

Kebondalem – Guna meningkatkan pelayanan IVA Test, TP PKK Kabupaten Pemalang mencetuskan slogan Cemantol. Slogan Cemantol sendiri merupakan akronim dari Cepat, Mudah, Aman Dan Terkontrol. Cemantol adalah aplikasi manajemen terpadu berbasis android dalam pelayanan IVA Test lewat aplikasi SIVA. Acara launching tersebut digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja Pemalang, April lalu. Peluncuran aplikasi ini diikuti oleh 60 (enam puluh) orang admin SIVA dari TP.PKK Kecamatan dan Puskesmas se-Kabupaten Pemalang.

Dilansir dari laman Diskominfo Kabupaten Pemalang, dalam aplikasi SIVA terdapat beberapa bagian, diantaranya media sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat mengenai arti pentingnya IVA Test, bahaya kanker serviks dan informasi kesehatan lainnya.  Lalu ada media informasi tentang program dan kegiatan IVA Test yang dilaksanakan di Kabupaten Pemalang. Kemudian, SIVA sebagai single database peserta IVA Test tingkat kecamatan dan desa yang dapat mencatat jumlah peserta IVA Test secara real time.

Selain itu data peserta IVA Test dapat terdeteksi sampai ketingkat desa melalui data by name by address. Aplikasi ini juga sebagai media kontrol karena sistem tersebut secara otomatis akan memberikan notifikasi pelaksanaan IVA Test yang berkelanjutan selama periode tiga tahunan. Terakhir, aplikasi SIVA berbasis android tersebut, dapat menjadi sarana untuk memudahkan masyarakat dalam rangka mendaftar layanan IVA Test di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Pemalang baik secara offline maupun online.

“Inilah yang menjadi inovasi unggulan terkait pelayanan IVA Test di Kabupaten Pemalang dengan slogan Camantol (Cepat, Mudah, Aman Dan Terkontrol).” kata Ny. Hj. Irna Setiawati Junaedi, S. E., M. M.. Slogan tersebut dinilainya cocok untuk menggambarkan pelayanan IVA Test di Kabupaten Pemalang.

Pelatihan Aplikasi Sistem Informasi IVA (SIVA) dihadiri Kepala Diskominfo Kabupaten Pemalang yang diwakili Kabid e-Government, Drs. Khalimi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang yang diwakili Kabid P2. dr. Yulies Nuraya.

Apa itu IVA Test?

IVA merupakan singkatan dari Inspeksi Visual Asam Asetat, fungsinya untuk mendeteksi dini kanker leher rahim atau umum disebut dengan kanker serviks. Kanker ini disebabkan oleh virus yang bernama Human Papilloma Virus (HPV). Dengan terdeteksi secara dini maka setidaknya kita bisa mencegah pembunuh perempuan nomor satu di Indonesia bersarang pada tubuh  kita.

Menurut istri Gubernur Jawa Tengah, Siti Atikoh Ganjar Pranowo, kendala masyarakat enggan melakukan IVA test adalah rasa malu dan takut. Hal tersebut bukanlah tanpa alasan, sejauh ini masyarakat Indonesia masih asing dengan test kesehatan semacam ini. Seperti yang dilansir dari laman Pemprov Jateng, ia menilai dengan mengadakan IVA test serentak, perasaan itu akan dapat teratasi sehingga lebih PD karena ada teman yang juga melakukan IVA test.

Mantan Menteri Kesehatan RI, Prof dr. Nila F. Moeloek meminta masyarakat Indonesia untuk melakukan IVA test. Pihaknya berharap masyarakat bisa memberi penjelasan kepada tetangga, sahabat dan kerabat mengenai IVA test tersebut mengingat biaya yang dikeluarkan cukup murah. Bagi mereka yang memiliki Kartu Indonesia Sehat tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Sementara mereka yang bayar cukup dengan uang 25 ribuan saja.

Data World Health Organization (WHO) menyebutkan 490.000 perempuan di dunia setiap bulannya didiagnosa terkena kanker serviks dan 80 % berada di negara berkembang termasuk Indonesia. Oleh karena itu pihaknya menyarakan seorang wanita untuk melakukan IVA test paling tidak sekali saja dalam rentang usia 35-40 tahun. Namun idealnya, pemeriksaan ini hendaknya dilakukan setiap 3 tahun sekali pada wanita yang berusia 25-60 tahun. Sementara dr. Nugroho Taufan memberikan saran pemeriksaan setiap 5 tahun (usia 35-55 tahun) bila fasilitas memadai. Jika tidak, cukup lakukan setiap 10 tahu sekali pada usia tersebut. Mereka yang boleh melakukan IVA test ini adalah mereka yang sudah pernah menikah.

Add Comment