STIT Pemalang Adakan Kuliah Pranikah Bersama Aisyiyah Pemalang dan Kemenag

Penyelenggaraan kuliah pra nikah oleh Aisyiyah Pemalang, STIT Pemalang dan Kemenag. Sumber: STIT Pemalang.

Paduraksa – Kerjasama dengan Pimpinan Aisyiyah Kabupaten Pemalang dan Kementerian Agama, STIT Pemalang mengadakan seminar pendidikan pra nikah. Selain diikuti oleh mahasiswa setempat, acara ini juga turut diikuti oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah se-Kabupaten Pemalang. Kegiatan tersebut diisi oleh Hj. Amiroh, M. Ag. selaku  Ketua STIT Pemalang sekaligus Ketua Aisyiyah Pemalang dan Drs. H. Fajarin, M.Pd.. Seminar tersebut digelar di aula kampus STIT Pemalang, Juli kemarin.

Dilansir dari website STIT Pemalang, Drs. H. Fajarin, M.Pd. menuturkan pentingnya kuliah pra nikah tersebut. Menurutnya, hal tersebut untuk memberi pengetahuan kepada calon pengantin mengenai hak dan kewajiban mereka dalam keluarga.

“Keluarga sakinah adalah keluarga yang dibina atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi hajat hidup spiritual dan material secara layak dan seimbang, suasana kasih sayang antara anggota keluarga lingkungannya dengan selaras dan serasi serta mengamalkan, menghayati dan memperdalam nilai-nilai keimanan ketaqwaan dan akhlak mulia,” terangnya dalam menggambarkan ciri keluarga sakinah.

Sementara itu, Ketua Aisyiyah Pemalang menuturkan maksud dari seminar pra nikah ini. “Mengingat kondisi saat ini maraknya perceraian yang semakin meningkat, suami-istri kurang memahami peran dan tanggung jawab, kurang nya efektivitas pembekalan pra nikah usia remaja dan lembaga yang menyelenggarakan pendidikan pra nikah yang terbatas. Oleh karena itu Aisyah ambil peran dan membantu untuk optimalisasi bimbingan pra nikah,” jelas Amiroh.

Amiroh juga menjelaskan tujuan pernikahan dalam Al-Qura’an dan menuturkan keniatan Aisyiyah yang akan membentuk kader tiap cabang untuk bisa menjadi media kuliah pra nikah dan problematika dalam keluarga.

Pentingnya Kuliah Pra Nikah

Menurut Umar Haris Sanjaya, SH., MH., Kadiv Pengkajian Keislaman Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) UII menuturkan bahwa untuk berumah tangga memerlukan mental yang kuat dan pengetahuan yang cukup agar nantinya terjalin keluarga harmonis.

“Kuliah pra nikah penting bagi kita semua, namun jangan salah niat, karena tujuan kita disini ialah untuk mencari ilmu sebagai bekal di dunia maupun di akhirat agar dapat tercipta keluarga yang sakinah mawaddah warahmah”, tuturnya.

Psikolog dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Nila Anggreiny menuturkan sebelum seseorang memutuskan untuk menikah sebaiknya mengetahu dan memahami tujuan dari pernikahan itu sendiri.

Sementara Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Dian Fakri menjelaskan fenomena rumah tangga yang tidak bertahan lama.
“Pernikahan cenderung gagal dan terjadinya perceraian salah satunya karena kurang persiapan dari masing-masing calon pengantin,” katanya.

Oleh karena itu, lewat kuliah pra nikah masing-masing dari kita tahu menjadi apa saja yang menjadi hak dan kewajiban dalam menjalin rumah tangga. Sehingga kelak cek cok antara suami dan istri dapat dihindari dan masalah pengasuhan anak menjadi fokus bersama.

Add Comment