Kopi Pulosari dan Nasi Grombyang Goyang Lidah Pengunjung Festival

Stand kopi Pulosari ramai pengunjung. Sumber: Pemkab Pemalang.

Karanganyar – Pemerintah Kabupaten Pemalang mengikuti kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Festival Kuliner Nusantara 2019 di area museum pabrik gula Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Acara ini digelar selama 4 hari yakni mulai tanggal 7-10 November 2019. Pada kesempatan tersebutKabupaten Pemalang yang menampilkan nasi gombyang, kopi, olahan makanan dari buah nanas madu, olahan ikan, kamir, dan mangga istana.

Siapa sangka, hari pertama disuguhkan nasi grombyang gratis ludes diserbu pengunjung. Makanan khas Pemalang lainnya juga tak kalah menarik perhatian pengunjung. “Saya kemarin sudah mencoba kopi ini, rasanya nikmat, makanya sekarang saya mengajak rekan saya untuk menikmati seduhan kopi Pemalang ini”, respon Giatno, pengunjung asal Malang sesusah mencicipi kopi khas Pemalang.

Olahan nanas madu juga mendapat respon positif dari pengunjung. Beberapa makanan olahan nanas madu yang dipamerkan ialah permen, dodol, manisan dan keripik.“Saya suka makanan olahan dari nanas ini, apalagi permennya saya suka rasanya manis”, ujar pengunjung asal Jember.

Kasi Industri Agro dan Perikanan pada Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pemalang, Suratno menuturkan dengan adanya respon positif dari pengunjung acara tersebut semoga bisa menjadikan kuliner Pemalang semakin dikenal banyak orang.

“Untuk nasi gombyang pada hari pertama festival dibagikan secara gratis kepada pengunjung yang singgah ke stand Pemalang, dan kemarin juga dilakukan demo pembuatan kamir juga gratis, Alhamdulillah semuanya habis laris ternyata makanan khas pemalang mendapat respon positif dari pengunjung”, ujarnya.

Bukan Soto Bukan Rawon

Dilihat dari mangkuknya, nasi grombyang sekilas mirip dengan soto. Karena nasi grombyang dihidangkan dalam sebuah mangkuk kecil layaknya penyajian soto khas Semarang maupun Kudus. Namun, ketika kita lihat isinya pasti akan terfikirkan bahwa itu adalah rawon.

Eits, meski sama-sama berkuah hitam tapi nasi grombyang tidak sama dengan rawon. Kuah grombyang memang menggunakan bahan kluwek sebagai pewarna hitamnya, namun rasa pada masakan ini cenderung manis dan gurih karena ada tambahan kelapa sangrainya.

Nasi grombyang paling terkenal di Pemalang adalah Nasi Grombyang Pak H. Warso dan H. Waridin. Untuk warung H. Warso berada di Jl. R.E. Martadinata di dekat alun-alun sementara H. Waridin berada di Sirandu, seberang SMA N 1 Pemalang.

Menurut salah satu anak H. Warso, penamaan nasi grombyang sendiri melihat isian yang terdiri dari nasi, daging, dan banyak kuah yang disajikan dalam mangkuk kecil berdiameter sekitar 10 cm. Jika dibawa dalam nampan, kuah akan bergoyang-goyang hingga hampir tumpah. “Nama grombyang memudahkan masyarakat dalam mengingat masakan ini,” ujar Imam Hidayat sebagai penerus usaha H. Warso yang telah ada sejak 1972.

Add Comment