Ajak Generasi Muda Berinvestasi, Ketua STIT Pemalang: Tak Perlu Gembar-Gembor Syariah Dengan Bendera

STIT Pemalang menggelar seminar pasar modal syariah sebagai upaya berdakwah. Sumber: STIT Pemalang.

Paduraksa – Ketua STIT Pemalang, Dra. Hj. Amiroh, M. Ag. Mengajak generasi muda untuk ikut berinvestasi menanam modal. Hal tersebut disampaikan pada acara Seminar Pasar Modal Syariah di aula STIT Pemalang September kemarin. Dalam kesempatan ini, Amiroh meminta anak muda sekarang untuk menguasai ekonomi syari’ah. Menurutnya, trend yang sedang berkembang sebagian besar berkaitan dengan syariah, seperti wisata syariah, hotel syariah, baju pengantin syariah, bisnis online syariah.

Menurutnya, untuk bersahabat dalam hidup bersyariah itu harus dalam bentuk tindakan nyata bukan gembar-gembor dengan bedera masing-masing. “Generasi muda harus bisa ikut memasarkan syariah. Apabila NU dan Muhammadiyah bisa bersatu dalam membangun ekonomi syariah maka akan menjadi kekuatan,” tuturnya.

Hal demikian juga disampaikan oleh Drs. H. Tobaroni, S. E., M. M., “Sampai hari ini hanya sebagai konsumen bukan sebagai pemain atau pelaku pasar modal. Ada indofood, telkomsel, garuda indonesia,sidomuncul dan masih banyak lagi. Oleh karena itu kita harus bisa investasi menanam modal melalui bursa efek indonesia. Fungsi dari bursa efek indonesia adalah menyampaikan informasi baik cara yang benar berinvestasi.”

Dilansir dari laman resmi STIT Pemalang, Tobrani juga juga menyampaikan bahwa saat ini masyarakat lebih suka dengan hasil besar dengan modal sedikit. “Banyak masyarakat tertipu atau tergiur investasi dengan hasil yang besar. Belum lama dalah biro travel umroh yang menggiurkan harga murah. Harapannya dengan kegiatan seminar pasar modal syariah masyarakat akan paham cara berinvestasi yang benar,” imbuhnya yang juga anggota PBNU bidang dakwah.

Pasar Modal Syariah di Indonesia

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) telah mengeluarkan fatwa mengenai pasar modal pada 18 April 2001. Fatwa tersebut terdapat dalam Fatwa Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah.

Alec Syafruddin, Direktur PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyebutkan bahwa pasar modal syariah di Indonesia memiliki potensi yang besar.Terlebih sub rekening efek (SRE) sudah mendapatkan fatwa dari MUI.

“SRE syariah sudah resmi hadir. Saat ini sudah ada tiga broker yang bisa membuka SRE syariah dan total sudah ada 474 SRE syariah,” ujar Alec.

Sementara itu Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Hasan Fawzi mengatakan Indonesia menjadi salah satu sedikit pasar modal di dunia yang menjalankan prinsip syariah secara end to end. “Artinya, seluruh proses investasi, mulai dari pendaftaran menjadi investor, rekening efek, rekening dana nasabah, fasilitas transaksinya, instrumen investasi, hingga pasar modalnya sudah memenuhi prinsip syariah,” terangnya.

Direktur Pasar Modal Syariah, Fadilah Kartisasi dalam laporan perkembangan Pasar Modal Syariah 2018 menyebutkan adanya peningkatan jumlah investor pada reksa dana syariah dan sistem online trading syariah (SOTS). Ini berarti pasar modal syariah mulai dilirik oleh para investor. Pihaknya juga mencanangkan program SAKU (Reksa Dana Syariahku), dimana program ini adalah bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi bagi pelajar dan mahasiswa. Bahkan sosialisasi mengenai pasar modal syariah juga menyasar pada jamaah masjid, tujuannya untuk menarik investor baru.

Add Comment