Sekolah Peternakan Rakyat, Harapan Baru Para Peternak di Kabupaten Pemalang

Rombongan Meninjau Kandang Sapi. Sumber Humas Pemkab Pemalang.

Bantarbolang – Wakil Bupati Kabupaten Pemalang, Martono turut hadir dalam pendeklarasian pendirian Sekolah Pertenakan Rakyat (SPR) di Desa Peguyangan Kecamatan Bantarbolang, Senin (14/10/2019). Sekolah cetusan kelompok tani ternak “Kerbau Kencana” ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam pengelolaan peternakan secara profesional, mandiri dan berdaulat.

Dalam sambutannya, Martono menyampaikan ada dua unit SPR yang mana untuk ternak kerbau ada di Desa Peguyangan Kecamatan Bantarbolang. Sedangkan untuk ternak sapi potong ada di wilayah Kecamatan Belik yang meliputi 3 desa yaitu Belik, Gunungtiga dan Mendelem.

Ia juga menuturkan bahwa adanya Sekolah PR merupakan wujud dari kerjasama Pemkab Pemalang dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Kehadiran bapak dan ibu di sini merupakan wujud kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pemalang dengan lembaga penelitian dan pengadian kepada masyarakat institut pertanian bogor, dasar kerja sama antara Bupati Pemalang dan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tanggal 25 Mei 2019 dan kontrak kerjasama antara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang dengan Kepala LPPKM IPB tentang Pendampingan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Kabupaten Pemalang pada tanggal 11 Februari 2019”, tuturnya.

Pendeklarasian ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pemalang, Martono; Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang, Muntohir; Wakil Kepala LPPM Bidang Pengabdian Masyarakat – IPB, Sugeng Heri Suseno; dan Ketua Unit SPR LPPM -IPB, Muladno.

Terkait penentuan lokasi tersebut, pihak Pemkab Pemalang mendasarkan pada jumlah peternak yang ada di wilayah Pemalang yang dirasa berpontensi untuk bisa dikembangkan.

“Adapun jumlah peternak sapi yang akan terlibat dalam Sekolah Peternakan Rakyat sapi potong pada 3 desa sebanyak lebih kurang 350 orang dengan jumlah kepemilikan temak sapi potong oleh para peternak saat ini sebanyak lebih kurang 692 ekor”, jelas Muntohir dikuti[ dari laman Pemkab Pemalang.

Potensi Hewan Ternak Perlu di Gali

Sampai saat ini masih banyak masyarakat desa yang belum paham akan potensi desanya, baik ternak maupun lahan pertanian. Alih-alih dimanfaatkan dengan baik justru dikesampingkan begitu saja. Institut Pertanian Bogor (IPB) menilai hal ini perlu pemberdayaan dengan penerapan ilmu teknologi dan bisnis kolektif sehingga bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas dari potensi yang ada. Oleh karena itu IPB menggaet PT Surya Agro Pratama dan Infrabanx untuk mencanangkan program Sekolah PR di seluruh Indonesia.

Menurut Rektor IPB, Arif Satria, Sekolah PR ini mampu menyelesaikan masalah dalam pengembangan usaha peternakan yang ada di Indonesia.

“Ini dapat menjadi kekuatan kita ke depan. Semoga dengan hadirnya Infrabanx akan lebih masif, lebih baik lagi dan dapat meningkatkan kesejahteraan para peternak,” ujarnya.

Ternak yang dikelola dengan baik dan pasar yang terjamin pada akhirnya mampu mengubah polah pikir masyarakat mengenai hewan ternak itu sendiri. Yang awalnya dianggap sebelah mata nantinya bisa menjadi bisnis yang menguntungkan. Ekonomi masyarakatnya pun akan ikut meningkat dengan adanya pengolahan yang profesional.

Add Comment